Selasa, 07 Agustus 2012

Inti Sari Kandungan Surah Al Ma'arij Ayat 36-39

Orang-orang kafir yang dibicarakan oleh kelompok pertama ayat-ayat surah ini, sungguh mengherankan keadaan mereka. Sudah sekian banyak peringatan dan nasihat yang disampaikan, tetapi mereka bergeming. Ayat 36 mengecam mereka dengan menyatakan bahwa: Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang secara khusus ke arahmu, wahai Nabi Muhammad saw?[36].

Mereka datang sambil terus menerus memandangmu dari arah kanan dan dari arah kirimu, dengan berpisah-pisah dan berkelompok-kelompok [37]. Apakah setiap orang dari mereka yang kafir itu tamak dan rakus dimasukkan ke surga yang penuh kenikmatan? [38], karena mestinya yang datang kepadamu dengan sikap demikian tentulah ingin mendengar dan mengikuti tuntunanmu!

Ayat 39 menafikan ketamakan itu dengan menegaskan bahwa: Sekali-kali tidak! Mereka tidak akan masuk surga, karena mereka datang dengan sikap lahiriah yang demikian, namun batin mereka tidak percaya dan itu mereka lakukan untuk tujuan mengejek. Sungguh, lanjut ayat 39, Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui, yakni dari sesuatu yang sangat remeh, memalukan bila disebut di depan umum, jijik bila dilihat, beraroma tidak sedap, maksudnya mani/sperma [39].


Inti Sari Kandungan Surah Al Ma'arij Ayat 40-44

Melalui ayat-ayat berikut, Allah swt menguatkan penegasan-Nya tentang kandungan ayat-ayat yang lalu, dengan bersumpah menunjuk langsung diri-Nya sendiri bahwa: Jika demikian itu halnya, maka Aku/Allah swt. tidak bersumpah87 demi Tuhan Pemelihara dan Pengendali tempat-tempat terbit dan terbenamnya, yakni matahari, bulan, dan bintang; sungguh Kami benar-benar Mahakuasa [40].

Untuk mengganti mereka yang kafir dan munafik dengan orang-orang yang lebih baik dari mereka, atau mengganti kepribadian mereka yang kafir itu dengan menjadikan mereka orang-orang taat, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun [41].

Maka, wahai Nabi Muhammad saw., biarkanlah mereka tenggelam dalam kebatilan dan bermain-main menghabiskan waktu dengan aktivitas yang tak bermanfaat sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka [42].

Yaitu, hari di mana mereka meminta disegerakannya siksa itu dan bertanya mengolok-olokkannya, keluar dari kubur-kubur masing-masing dengan cepat seakan-akan mereka menuju ke berhala-berhala yang mereka sembah ketika mereka hidup di dunia [43].

Ketika itu pandangan mereka masing-masing khusyu’ tertunduk tanpa mampu mengangkatnya. Mereka diliputi kehinaan. Itulah hari yang sudah sering diancamkan kepada mereka [44], yakni dengan tujuan kiranya mereka mau percaya, tetapi mereka tetap saja mengingkari, bahkan meminta untuk disegerakan datangnya.

Awal surah ini berbicara tentang orang-orang yang memperolok-olokkan keniscayaan Kiamat serta meminta untuk disegerakan kedatangannya. Akhir surah secara tegas mengancam mereka yang durhaka dan mengingkari Kiamat. Demikian bertemu uraian awal surah dan akhirnya. Mahabenar Allah swt. dan Mahaserasi firman-firman-Nya. Wa Allah A‘lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar