Selasa, 07 Agustus 2012

Inti Sari Kandungan Surah Al Ma'arij Ayat 8-18

Azab yang akan dialami oleh orang-orang kafir yang mereka cemoohkan itu, menurut ayat 8, akan terjadi pada hari ketika langit yang sehari-hari terlihat demikian kokoh menjadi seperti luluhan perak atau kotoran minyak [8].

Gunung-gunung yang demikian berat dan kuat menancapkan bumi sehingga tidak oleng menjadi seperti bulu atau kapas yang beterbangan, yakni setelah ia hancur berkeping-keping [9].

Ketika itu tidak ada seorang teman akrab pun, apalagi yang tidak akrab, menanyakan ihwal temannya karena mencekamnya situasi dan prihatinnya setiap orang menghadapi nasibnya [10].

Jangan duga bahwa mereka tidak menanyakan, karena mereka tidak saling melihat. Bukan! Mereka, menurut ayat 11, saling melihat, tetapi semua sadar bahwa ketika itu tidak berguna lagi bantuan teman dan kerabat. Pendurhaka, baik dia Muslim maupun bukan, ingin jika seandainya dia dapat menebus dirinya dari azab yang terjadi hari itu dengan menyerahkan semua anak-anaknya [11], juga istri yang selalu menemaninya, serta saudaranya yang merupakan darah dagingnya [12], bahkan termasuk juga kerabatnya yang dalam kehidupan dunia senantiasa melindunginya [13].

Juga siapa pun yang berada di bumi seluruhnya, baik dia kenal maupun tidak. Itu semua, kalau bisa dia jadikan tebusan, maka dia akan menjadikannya tebusan agar dapat menyelamatkannya [14].

Ayat 15 menafikan harapan si pendurhaka, bahkan menghardiknya dengan menyatakan: "Sekali-kali tidak dapat dan tidak akan ada tebusan. Sungguh neraka di mana mereka disiksa adalah api murni yang bergejolak" [15].

"Mengelupaskan kulit kepala, bahkan semua bagian kulith tubuh," [16].

Api neraka atau penjaga-penjaganya senantiasa memanggil orang yang membelakangi iman dan kebenaran dan yang berpaling dari ajakan Rasul [17], juga yang mengumpulkan harta benda dan apa saja yang dapat dikumpulkannya tanpa menghiraukan hukum dan ketentuan Allah swt, lalu menyimpan apa yang dikumpulkannya itu di dalam satu wadah, yakni enggan menafkahkannya di jalan Allah swt [18].

Inti sari kandungan ayat 19-28

Ayat-ayat yang lalu menggambarkan keberpalingan manusia yang durhaka dari kebenaran. Ayat-ayat berikut menggambarkan sebab yang mengantar mereka ke sana. Ayat 19 menyatakan: "Sesungguhnya jenis manusia diciptakan bersifat gelisah dan rakus" [19].

Ini tecermin pada sikapnya yang apabila ia ditimpa— walau sedikit—kesusahan, ia sangat berkeluh kesah [20], dan apabila ia mendapat kebaikan, seperti limpahan harta atau rezeki lainnya, ia amat kikir [21], kecuali mereka yang melaksanakan shalat [22], Yakni yang senantiasa melakukannya pada waktunya tanpa meninggalkan satu shalat pun [23].

Juga orang-orang yang dalam harta mereka ada bagian tertentu yang mereka peruntukan bagi orang-orang yang butuh, baik berupa zakat maupun sedekah [24], baik yang butuh dan meminta, maupun yang butuh tetapi enggan dan malu meminta [25].

Dan juga orang-orang yang memercayai keniscayaan Hari Pembalasan sehingga mempersiapkan bekal untuk itu [26]. Dan orang-orang yang sangat takut terhadap azab Tuhan mereka [27]. Karena mereka sadar bahwa sungguh azab Tuhan Yang mereka sembah dan yang selama ini berbuat baik terhadap mereka tidaklah dapat diangap remeh sehingga merasa aman dari kemungkinan jatuhnya menimpa mereka [28].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar